Get Adobe Flash player
Bimbel Prestasi Jakarta
Kegiatan Belajar Mengajar di Bimbel Prestasi
Kegiatan Ekstrakulikuler di Bimbel Prestasi
Staff Pengajar

Selamat Datang

Selamat datang di situs www.prestasibimbel.com, kami adalah lembaga pendidikan yang berpengalaman dalam bidang bimbingan belajar yang diperuntukan bagi siswa taman kanak - kanak hingga sekolah menengah keatas, di situs ini anda akan banyak menemukan artikel - artikel yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan serta informasi yang berkaitan tentang kami.

Our Links

     

Data Statistik

Flag Counter

Pengunjung

We have 25 guests and no members online

Mahluk Hidup Paling Besar Didunia Bukanlah Paus Biru

Orang banyak menyangka bahwa makhluk hidup paling besar di Bumi adalah paus biru. Ternyata pendapat tersebut keliru. Berdasarkan penelusuran bimbel prestasi dari berbagai sumber maka makhluk terbesar ini bukan jatuh pada paus biru. Berikut penjelasannya.
 
Berbobot 200 ton dan panjang 33 m, bila dibandingkan dengan organisme ini, paus biru terlihat seperti sebuah teh botol dibandingkan keratnya. Makhluk hidup terbesar di dunia adalah sebuah Armillaria ostoyae yang ada di Malheur National Forest di Oregon, A.S.

Mau tahu itu binatang apa? Bukan binatang kok, melainkan jamur. Armillaria ostoyae atau jamur madu yang hidup di Hutan Nasional Malheur di daerah timur Oregon, USA. Jamur itu hidup kira-kira 3 kaki di bawah permukaan tanah dan memliki luas sekitar 890 hektar/8,9 km2 serta berusia sedikitnya 2.400 tahun, bahkan lebih.

Percaya atau tidak, organisme yang hidup di bawah tanah itu ternyata bukan gerombolan jamur, tapi hanya satu jamur saja. Kalau mau dijadikan cemilan jamur crispy, Armillaria ostoyae ini bisa cukup untuk makan seluruh penduduk pulau jawa untuk seminggu.

Jamur raksasa ini digambarkan sepanjang 5,6 kilometer dan telah menyebar menjadi tiga kali lipatnya ke dalam tanah. Jamur ini telah menyelimuti wilayah sama besar dengan 1665 kali lapangan sepak bola.

Penemuan ini muncul setelah Catherine Parks, seorang ilmuwan di Pacific Northwest Research Station di La Grande, Oregon yang mendengar kematian pohon besar yang terus berlanjut dari akar ke akar di sebelah timur hutan kota Prairie.

Armillaria ostoyae1

Dengan menggunakan foto udara, Parks melihat bahwa area dipenuhi dengan pepohonan yang sekarat. Dia kemudian mengidentifikasi jenis jamur dalam tes DNA.
 
Ia membandingkan unsur dari 12 jamur dan dia melihat bahwa 61 sampel berasal dari organisme yang sama. Ini berarti telah ada satu jamur yang berkembang begitu besar dari apa yang pernah dibayangkan manusia.

Armillaria ostoyae2

Satu-satunya bukti di permukaan dari jamur ini adalah munculnya bulatan berwarna keemasan saat musim gugur yang disertai hujan. “Mereka bisa dimakan namun bukan jenis makanan yang terbaik,” kata Tina Dreisbach, seorang biotani dan ahli ilmu jamur di US Forest Service in Corvallis, Oregon.
Jika menggali ke dalam akar dari pepohonan yang telah mati, maka akan tampak seperti lukisan karet putih. Ini merupakan lapisan dari mycelium yang menggambarkan cairan dan karbohidrat dari pepohonan yang memberi makan jamur.

floradanfauna.wordpress.com, libas-habis.blogspot.com, wikipedia, serupedia.com.