Get Adobe Flash player
Bimbel Prestasi Jakarta
Kegiatan Belajar Mengajar di Bimbel Prestasi
Kegiatan Ekstrakulikuler di Bimbel Prestasi
Staff Pengajar

Selamat Datang

Selamat datang di situs www.prestasibimbel.com, kami adalah lembaga pendidikan yang berpengalaman dalam bidang bimbingan belajar yang diperuntukan bagi siswa taman kanak - kanak hingga sekolah menengah keatas, di situs ini anda akan banyak menemukan artikel - artikel yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan serta informasi yang berkaitan tentang kami.

Our Links

     

Data Statistik

Flag Counter

Pengunjung

We have 10 guests and no members online

Bagaimana Tempat Yang Berantakan Mempengaruhi Otak Anda

Menghasilkan tempat yang berantakan pasti jauh lebih mudah daripada tempat yang rapi dan bersih. Namun apa salahnya kalau suatu tempat berantakan? Ternyata tempat yang berantakan dapat mempengaruhi otak kita dan bagaimana sebenarnya tempat yang berantakan bisa terjadi? mari kita bahas penjelasan berikut

 

Bagaimana Berantakan Bisa Terjadi

Kita tahu tempat yang berantakan sangat mudah terjadi, tapi sebenarnya apa sih yang menyebabkan berantakan itu? Sehari-hari kita terus mengumpulkan barang untuk berbagai alasan dengan pikiran bahwa kita akan menggunakannya lagi, ada nilai kenang-kenangan di balik barang itu, barang itu sudah menghabiskan uang Anda dan Anda sayang untuk membuangnya, atau malas.

Apapun alasannya itu, ternyata otak kita dapat merasakan rasa sakit akibat kehilangan barang-barang seperti itu. Seorang peneliti di Universitas Yale menemukan bahwa saat seseorang merasa sakit ada 2 area yang diasosiasikan dengan hal tersebut di otak kita, yakni anterior cingulate cortex dan insula. Kedua bagian bagian otak itu juga ternyata memberikan respon saat kita membuang suatu barang. Kedua area ini merupakan area yang sama saat kita merasakan rasa sakit saat luka karena kertas atau meminum kopi panas.

Singkatnya, otak Anda melihat kehilangan barang sebagai sesuatu yang dapat menyebabkan rasa sakit fisikal. Semakin tinggi nilai emosional dan finansial di balik barang itu maka otak Anda juga akan berusaha menyimpannya karena rasa takut akan kehilangan.

Dampak Tempat Yang Berantakan Terhadap Otak Anda

Baik itu di meja, lemari, ataupun sekitar Anda, tempat yang berantakan ternyata dapat menyebabkan dampak negatif bagi otak Anda. Seorang ahli saraf di Universitas Princeton melakukan sebuah studi akan produktivitas seseorang pada lingkungan yang berantakan dan lingkungan yang rapi. Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa mereka yang sekitarnya berantakan mengalami penurunan kinerja, peningkatan stres, ketidakmampuan untuk fokus dan memproses informasi.

Tidak hanya itu saja, tempat yang berantakan ternyata dapat membuat Anda lebih lelah, membuat Anda merasa frustasi, merasa miskin, dan tidak mempunyai kontrol atas hidup Anda.

Berantakan itu Tidak Hanya Fisikal

Kita mungkin merasa bahwa lingkungan sekitar kita sudah sangat bersih dan rapi namun saat kita bekerja dengan komputer tetap saja kita merasakan ada sesuatu yang berantakan. Itu karena berantakan tidak hanya berisfat fisikal. Berantakan juga dapat terjadi secara digital pada komputer Anda, baik karena file dimana-mana, notifikasi email, notifikasi chat, dan seterusnya. 

Sama halnya seperti berantakan fisikal, hal itu juga mempengaruhi Anda dalam hal yang negatif. Seperti contohnya, notifikasi yang berbunyi secara terus menerus akan membuat Anda tidak bisa secara penuh masuk dalam proses kreativitasnya karena terganggu akan hal tersebut. Selain dampak negatif yang sama dengan berantakan fisikal, secara digital berantakan akan dapat menyebabkan lemah dalam memilah informasi, selalu berganti-ganti pekerjaan, serta kurangnya ingatan.

Cara Membuat Sekitar Anda tetap Rapi

Ada banyak sekali cara untuk membuat tempat yang rapi, namun berikut ini adalah cara paling umum dan mudah yang dapat Anda terapkan.

1. Buatlah Batasan

Salah satu prinsip paling mudah adalah membataskan diri Anda. Sebagai contoh saat Anda bekerja maka hilangkan semua notifikasi atau batasi jumlah akun Twitter yang Anda follow, berapa banyak barang yang Anda beli, jangan membeli sebelum benar-benar membutuhkannya, dan seterusnya.

2. Gunakan Tempat Penyimpanan yang Lebih Kecil

Mempersempit tempat penyimpanan Anda sangatlah berguna. Dengan tempat penyimpanan yang kecil Anda akan dipaksa untuk seefisien mungkin memposisikan barang-barang Anda. Selain itu keterbatasan ruang akan menyebabkan barang-barang yang Anda gunakan hanyalah barang yang berguna untuk Anda.

3. Review Barang Anda Dalam Interval Waktu Tertentu

Setiap bulan atau dalam interval waktu tertentu, tinjau kembali barang-barang yang Anda miliki dan buang atau berikan ke orang lain jika Anda memang tidak menggunakannya. Untuk apa Anda menyimpan barang yang tidak akan Anda gunakan lagi.

4. Bersihkan file-file Anda secara berkala

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, berantakan juga dapat terjadi secara digital. Melihat file komputer yang berantakan entah ada dimana dan untuk apa pasti memberikan perasaan yang sangat tidka enak. Di akhir setiap harinya, rapikan file komputer Anda. Buatlah folder yang rapi dan berikan nama yang jelas. Semakin rapi file komputer Anda maka akan semakin sedikit file yang harus Anda rapikan di akhir hari Anda.

Rapi itu Berbeda-beda Untuk Setiap Orang

Setelah Anda merapikan barang-barang sekitar Anda, Anda pasti merasakan bahwa itu adalah kondisi paling rapi yang bisa Anda hasilkan. Namun tidak lama kemudian, teman atau ibu Anda masuk dan mengatakan sekitar Anda masih berantakan. Anda tidak perlu terkejut, karena rapi itu sangatlah relatif dan tergantung atas masing-masing orang.

Bahkan pada kenyataannya, setiap orang membutuhkan tingkat berantakan tertentu untuk membuat diri mereka terinspirasi dan menyelesaikan pekerjaan mereka. Jadi persepsi Anda atas kerapianlah yang berpengaruh bukan orang lain. Sebagai contoh Anda akn terkejut melihat rumah kantor Steve Job di atas, tidak seperti gambaran Anda akan seseorang dengan visi yang luar biasa bukan?

tahupedia.com